Jogja Art Fair #2 diklaim sebagai pameran perdagangan karya seni rupa kontemporer pertama di Indonesia. Batas antara pameran bienal dan pasar seni tampak kabur. Laiknya toko one stop shopping, semua jenis kebutuhan kolektor karya seni rupa tersedia. Dari karya konvensional, berupa lukisan, grafis, dan patung, hingga drawing, seni serat, fotografi, karya instalasi, dan karya seni media baru.
Karya-karya Triyadi Guntur Wiratmo menghapus "jiwa nampak", lebih simpati daripada empati. Antara karya dan kita adalah jarak, dua kehadiran yang setingkat tak saling mengintervensi.