PELATIH bulu tangkis nasional- pada 1980-an ini tutup usia Jumat pekan lalu di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Ia meng-idap kanker hati dan meninggal pada usia 70 tahun. Orang Sidrap, Sulawesi Selatan, yang melatih pahlawan bulu tangkis Rudy Hartono dan Liem Swie King ini meninggalkan seorang istri dan dua anak. Tahir juga menjadi dosen di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia, Ban-dung. Jenazah-nya dikuburkan di Taman Makam Pah-lawan Cikutra, Bandung.
PELANTIKAN
M. Alfan Baharudin
DIA dilantik menjadi Komandan Korps Marinir, Rabu pekan lalu, menggantikan Mayor Jenderal Djunaidi Djahri. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto memimpin upacara pelantikan jenderal bintang satu ini. Alfan sebelumnya Wakil Komandan Pasukan Peng-amanan Presiden. Adapun Djunaidi menduduki jabatan baru sebagai Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut.
PENGHARGAAN
Felixitas dan Pito
DUA siswa SMA Negeri 2 Purbalingga, Jawa Tengah, ini bungah lantaran film pendek yang mereka besut menjadi film terbaik pilih-an juri dan terbaik pilihan penonton pada Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009. Sekitar Midnight menyisihkan 50-an film pendek yang dikirim pelajar dari seluruh Indonesia. Selain memilih film berdu-rasi 15 menit tentang Banyumas ini sebagai yang terbaik di malam hari itu, festival yang digelar di Galeri Nasional (28-30 Agustus 2009) itu mendapuk film Indonesia Bukan Negara Islam karya Jason Iskandar dari SMA Kolese Kanisius seba-gai film dokumenter terbaik.
Peresmian
Diorama Arsip Nasional
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan diorama sejarah di kantor Arsip Nasional, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin pekan lalu. Selain meresmikan pengarsipan lagu daerah dari 33 provinsi, Yudhoyono meresmikan lagu ciptaannya sendiri-Majulah Negeri-sebagai lagu sejarah dalam diorama itu. Diorama sejarah Indonesia ini menempati ruangan seluas 750 meter persegi.
"Mereka mati karena kelaparan."
Niko Banjo, Kepala Distrik Suntamon, Yahukimo, Papua, soal meninggalnya 13 warga distrik itu, Kamis pekan lalu. Warga tujuh distrik di Yahukimo terancam tak bisa makan karena gagal panen.
"Sahur hari ini pahit sekali."
Nana, warga Desa Jaya Pura, Tasikmalaya, Kamis pekan lalu di pengungsian, setelah gempa 7,3 skala Richter menghancurkan seluruh hartanya.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
