• Home
  • 07 September 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 September 2009

    Tak Peduli Warisan Budaya

    Setujukah Anda bahwa beberapa klaim budaya oleh Malaysia akibat Indonesia tidak serius mengurus warisan budaya?
    Ya
    85,51%844
    Tidak
    12,66% 125
    Tidak Tahu
    1,82% 18
    Total100%987

    INDONESIA menyampaikan nota protes kepada Malaysia karena memasukkan tari pendet asal Bali dalam promosi pariwisata negeri jiran itu. "Tari pendet bukan termasuk grey area, itu milik Indonesia. Wajib hukumnya minta izin dulu," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Menurut kesepakatan kedua negara, seni budaya di wilayah abu-abu antara lain tari-tarian Melayu.

    Negeri jiran itu meminta maaf. Malaysia berharap iklan yang ditayangkan di sa luran televisi Discovery Channel itu tidak membuat hubungan kedua negara retak. Menurut Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Malaysia Amran Muhammad Zein, iklan itu dibuat oleh swasta.

    Menanggapi sengketa ini, mayoritas pembaca Tempo Interaktif menganggap kisruh disebabkan Indonesia tidak serius mengurus warisan budaya.

    Komentar

    Jangankan mengembangkan budaya bangsa, perhatian untuk memelihara saja tidak ada. Kalau bangsa lain memanfaatkan, baru kelabakan.

    (Umari Murry, Cimahi)

    Ini bukan yang pertama kalinya. Pemerintah harus mengawasi budaya kita. Jangan ribut kalau sudah ada kejadian.

    (Fian, Gresik)

    Bukan kurang peduli dengan budaya. Tari Bali masih dipelajari di sekolah dan dipentaskan. Malaysia saja yang kemaruk, serakah.

    (Nany Hery Purwanto, Tenggarong)

    Kita ini bangsa minder, punya banyak warisan budaya tapi malah bangga kalau bergaya hidup bak orang bule.

    (Dewi, Depok)

    Indikator Pekan Ini
    PEMERINTAH mengusulkan per ubahan Undang-Undang Teroris me. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S., usul perubahan itu untuk menyempurnakan dan mengoptimalkan semua komponen bangsa dalam pemberantasan terorisme. "Juga untuk mengoptimalkan peran intelijen TNI dan kepolisian," kata Widodo.

    Menurut Widodo, peran intelijen sangat penting. Badan Intelijen Negara selama ini mendukung kepolisian untuk menguatkan ope rasi pemberantasan terorisme. Kenda ti begitu, perubahan undang-undang tetap perlu dipertimbangkan. Pemerintah juga ingin polisi diberi kewenangan menahan seseorang yang dicurigai terlibat terorisme selama dua tahun-melonjak dari aturan saat ini 2 x 24 jam.

    Setujukah Anda dengan revisi Undang-Undang Terorisme untuk memperkuat peran badan intelijen? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com.



    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Footage itu (Cikal) Seni

Album

MENINGGAL
Tahir Djide

Catatan Pinggir

Yudhistira

TEMPO|interaktif

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif