• Home
  • 07 September 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 September 2009

    Yenny Wahid
    Serba Dimudahkan

    Rezeki tak lari ke mana. Begitu mengumumkan akan menikah, Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid kebanjiran tawaran bantuan. Desainer Ami Atmanto, misalnya, meminjamkan baju pengantin untuk akad nikah. Rekan-rekannya yang lain membantu mengurus gedung, menyumbang kartu undangan, hingga menyediakan makanan. "Alhamdulillah, semua urus an dimudahkan," ujarnya.

    Lajang 35 tahun yang sedang berbunga-bunga itu tak berhenti bersyukur. Selain kemudahan urus an pernikahan, sang pujaan hati pun datang tak diduga-duga. Ketika Yenny hampir saja terinjak-injak orang pada saat kampanye legislatif lalu, seorang pria tiba-tiba membentenginya. Pria itu, Dhohir Farisi, anggota parlemen dari Partai Gerindra, juga tak ia duga bisa dengan cepat meraih restu Gus Dur, ayah Yenny. "Setiap berkunjung ke rumah, ia memijat Ayah," ucapnya.

    Lantaran serba mudah dan cepat, pernikahan mereka yang semula akan digelar pada Maret tahun depan pun maju menjadi 15 Oktober ini. "Nah, soal ini, Ayah yang ingin mempercepat tanggal pernikahan," ujarnya.

    Perkawinan adat Solo menjadi pilihan kedua sejoli. Rupanya, ini merupakan tradisi Gus Dur jika menikahkan putri-putrinya. Bahkan, untuk resepsi, kebaya yang digunakan Yenny mirip dengan kebaya sang ibunda sewaktu menikah puluhan tahun silam. "Seru juga dengan model jadul," katanya tertawa.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Footage itu (Cikal) Seni

Album

MENINGGAL
Tahir Djide

Catatan Pinggir

Yudhistira

TEMPO|interaktif

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif