• Home
  • 07 September 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 07 September 2009

    Christine Hakim
    Dua Tangis

    Christine Natalia Hakim, 53 tahun, tiba-tiba menangis di dalam pesawat. Ini bukan adegan dalam film. Christine menangis setelah menerima telepon dari koleganya, yang mengabarkan bahwa rancangan undang-undang perfilman akan disahkan dalam waktu singkat. "Saya terkejut dan sedih," katanya dua pekan lalu.

    Ia terkejut lantaran pemerintah dan parlemen belum cukup membahas undang-undang itu tapi sudah ingin mengesahkan pada akhir September ini. "Saya minta mereka tak buru-buru mengesahkan undang-undang yang sangat penting bagi publik ini," kata aktris peraih enam Piala Citra itu.

    Produser film Merantau ini mengatakan, pene rapan undang-undang tersebut justru akan menghambat kemajuan perfilman nasional. "Kenyataannya, industri film berkembang bukan karena bantuan pemerintah. Maaf sekali," katanya emosional. Bahkan, menurut dia, pemerintah menerima pajak 20 persen dari industri film Tanah Air. Itu sama dengan pajak film impor. "Mereka bilang akan dikembalikan kepada film nasional. Nyata nya mana?" Matanya pun berkaca-kaca.

    Tangis Christine kembali pecah ketika tiba-tiba dalam konferensi pers itu ia mendapat kabar kakaknya baru saja berpulang. Turut berduka, Christine.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Footage itu (Cikal) Seni

Album

MENINGGAL
Tahir Djide

Catatan Pinggir

Yudhistira

TEMPO|interaktif

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif