• Home
  • 21 September 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Musik
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 September 2009

    Salim Said
    Tertipu

    DUTA Besar Indonesia untuk Republik Cek, Salim Said, panik gara-gara Internet. Ceritanya, pada 5 September lalu, ia menerima surat elektronik yang mengaku dari situs Hotmail. Surat itu meminta mantan wartawan senior ini mengisi data pribadi. Data itu terdiri atas nama, password, hingga daftar koleganya. "Dasar gagap teknologi, ya saya isi saja. Saya percaya e-mail itu dari Hotmail karena ada logonya," ujarnya kepada Tempo. Apalagi surat elektronik itu mengancam bila Salim tak mengisi data itu, akunnya di Hotmail akan ditutup.

    Sehari kemudian Salim tak lagi bisa membuka e-mail-nya. Ia pun membuat akun baru di situs berbeda dan mengirimkan pesan ke seluruh kolega. Ternyata, surat dari Hotmail hanyalah akal-akalan bandit asal Nigeria. Seluruh rekan yang ia hubungi mengaku menerima surat yang meminta bantuan uang untuk Salim US$ 1.500 (sekitar Rp 15 juta). Menurut surat itu, Salim sedang mengikuti seminar di Nigeria dan kecopetan.

    Untung saja para kolega Salim cerdik. Sang penipu menulis pesan dalam bahasa Inggris. Ketika dibalas dalam bahasa Indonesia, jawabannya juga bahasa Indonesia ala situs pencari Google, alias aneh. "Untung sejauh ini belum ada yang tertipu dan mengirimkan uang," katanya bersyukur. Walhasil, pengalaman ini membuatnya lebih waspada. "Dubes saja tertipu," ucapnya.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PENGHARGAAN
Iwan Pontjowinoto

Catatan Pinggir

Nama Itu

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

TEMPO|interaktif

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif