• Home
  • 05 Oktober 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Oktober 2009

    Momen

    Listrik
    Trafo PLN Terbakar

    SEBAGIAN wilayah Jakarta bergantian gelap-gulita sejak pekan lalu. Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mematikan setrum secara bergiliran karena suplai daya tak mencukupi kebutuhan. Area ini kehilangan pasokan 1.000 kilovolt ampere atau 800 megawatt setelah trafo 500 kilovolt ampere di gardu induk Kembangan, Jakarta Barat, terbakar pada 27 September lalu. Dua hari kemudian, trafo dengan kapasitas sama di gardu induk Cawang, Jakarta Timur, juga dilalap si jago merah.

    Direktur Operasi PLN Pendistribusian dan Penyaluran Jawa-Bali Murtaqi Syamsuddin mengatakan tiga wilayah di Jakarta mengalami gangguan listrik. Pemadaman dilakukan dua hari sekali per wilayah, maksimum empat jam, kecuali Sabtu-Minggu karena beban kecil. “Paling banyak Jakarta Timur, sebagian Jakarta Selatan dan Pusat," katanya.

    Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Jacobus Purwono memperkirakan perbaikan trafo Cawang akan kelar dalam tiga bulan. Tapi aliran setrum ke rumah-rumah akan segera stabil tanpa pemadaman bergilir.

    Akibat kebakaran ini, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, kerugian industri paling sedikit Rp 100 miliar per hari.

    Inflasi
    September 1,05 Persen

    BADAN Pusat Statistik mengumumkan inflasi bulan September 1,05 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, 0,97 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis pekan lalu, mengatakan penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan harga bahan makanan selama puasa dan Lebaran. Momen Lebaran juga mendongkrak ongkos transportasi. Ndilalah, September merupakan masa masuk sekolah. Biaya sekolah, terutama perguruan tinggi, pun turut mendorong inflasi.

    Diperkirakan inflasi September adalah yang tertinggi pada tahun ini. Bulan-bulan berikutnya akan menurun. Inflasi Oktober biasanya hanya 0,45 persen dan November sekitar 0,12 persen. Maka Rusman optimistis target inflasi 2009 sebesar 4,5 persen bisa terpenuhi. Apalagi laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2009) masih 2,28 persen, dan inflasi tahunan (year on year) 2,83 persen. “Masih ada ruang," katanya.

    Perbankan
    Giro Wajib Minimum Naik

    BANK Indonesia menaikkan setoran giro wajib minimum dari 5 menjadi 7,5 persen dari dana pihak ketiga per 1 Oktober 2009. Pemenuhan GWM ini bisa dalam bentuk surat utang negara, Sertifikat Bank Indonesia, surat perbendaharaan negara, atau surat berharga negara lain.

    Mekanismenya, lima persen merupakan giro wajib minimum utama (statutory reserve) berupa simpanan giro di Bank Indonesia. Sisanya adalah surat berharga negara, yakni giro wajib minimum sekunder (secondary reserve). Bank sentral telah memberikan masa transisi setahun kepada perbankan sebelum menerapkan aturan baru ini. Tujuannya: memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi bank dalam mengelola likuiditas.

    Menurut Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono, tahun lalu Bank Indonesia telah menurunkan giro wajib minimum, mengantisipasi krisis finansial global, dari 9 menjadi 5 persen. Kini kondisi likuiditas mulai pulih. “Makanya BI menaikkan 2,5 persen," ujarnya Senin pekan lalu di Jakarta.

    Ekspor
    Tembus US$ 10 Miliar

    BADAN Pusat Statistik mengumumkan nilai ekspor Indonesia selama Agustus 2009 mencapai US$ 10,55 miliar, atau naik 8,89 persen dibanding bulan sebelumnya. Meski sudah kembali menembus US$ 10 miliar sejak November 2008, nilai ekspor per Agustus ini masih lebih rendah 15,41 persen dibanding pencapaian Agustus tahun lalu.

    Selama Agustus, nilai ekspor didorong oleh produk nonmigas sebesar US$ 8,91 miliar, atau tumbuh 8,76 persen dibanding Juli. Sedangkan ekspor minyak dan gas per Agustus mencapai US$ 1,63 miliar.

    Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, ekspor tahun ini baru mulai bangkit pada Juni seiring dengan membaiknya perekonomian dunia, terutama mitra dagang utama seperti Jepang, Amerika Serikat, Cina, dan Singapura. Sedangkan ekonom Indef, Fadhil Hasan, menilai tumbuhnya ekspor didorong oleh kenaikan harga komoditas sebagai imbas lonjakan harga minyak mentah.

    Pertumbuhan Ekonomi
    Ekonomi Dunia 3,1 Persen

    DANA Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan, dari yang dirilis Juli lalu 2,5 persen menjadi 3,1 persen. Angka tersebut juga berbalik dari pertumbuhan global tahun ini, yang diperkirakan hanya minus 1,1 persen. Dari laporannya bertajuk World Economic Outlook Oktober 2009: Sustaining the Recovery, disebutkan negara berkembang Asia diperkirakan tumbuh rata-rata jadi 7,3 persen.

    Cina tahun depan diperkirakan tumbuh lebih cepat menjadi 9 persen, ketimbang proyeksi sebelumnya 8,5 persen. Sedangkan India dan Indonesia masing-masing diprediksi tumbuh 6,4 persen dan 4,8 persen pada 2010. “Kecepatan menyalurkan paket stimulus dan minimnya ketergantungan ekspor membuat Indonesia terhindar dari resesi," ujar Kepala Ekonom IMF Oliver Blanchard.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Hitam-Putih Pengembaraan Oscar Motuloh

Album

MENINGGAL
Innisisri

DUS

RUU PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Beleid 'Jalan Tengah'

Catatan Pinggir

KPK

TEMPO|interaktif

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif