PEREMPUAN berambut putih dengan kulit keriput itu terdiam. Matanya menerawang. Ini hari raya Idul Fitri 2009 Lebaran ke-81 yang telah ia lalui. Tanpa suami, ia berkumpul beserta tujuh anak dan 12 cucu.
Sudah lebih dari empat dasawarsa, Soetarni, 81 tahun, tak lagi bertemu Njoto, suaminya. Tokoh Partai Komunis Indonesia itu lumat bersama prahara 1965.
Soetarni sendiri ditahan. Di bui ia sempat membawa putri sulungnya yang belum lagi remaja. Kini ibu dan anak cucu itu berkumpul kembali: menghayati masa kini, melupakan masa lalu yang kelam....
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
