• Home
  • 05 Oktober 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Khusus
    • Laporan Khusus
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Seni
    • Fotografi
    • Musik
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 05 Oktober 2009

    Zhang Ziyi
    Ditolakdi Singapura

    WAJAH cantik, uang melimpah, dan nama tenar bukan jaminan lancarnya semua urusan. Setidaknya itu yang dialami bintang film kelahiran Beijing, Zhang Ziyi, 29 tahun. Artis yang moncer lewat aktingnya di film Memoirs of a Geisha dan Crouching Tiger, Hidden Dragon itu sempat kecewa gara-gara ditolak masuk ke sebuah butik mewah di Singapura.

    Ceritanya, Ziyi melancong ke Singapura setelah menyelesaikan pengambilan gambar untuk National Geographic di pedalaman Kalimantan, dua pekan lalu. Ditemani sahabat sekaligus penata rambutnya, David Gan, ia menjelajahi kawasan belanja Orchard Road. Mereka keluar-masuk butik dan mencicipi aneka makanan lokal. Menjelang malam, tiba-tiba Ziyi teringat sebuah butik yang direkomendasikan seorang teman dan langsung berlari ke sana.

    Sayang, ketika sampai di butik itu, sang pegawai emoh membuka pintu dengan alasan jam operasional segera berakhir. Entah karena si pegawai tak kenal atau tak peduli, pintu tak juga terbuka meski berkali-kali David meyakinkan bahwa tamu yang datang itu artis terkenal sejagat. "Mereka menolak selebritas internasional hanya karena alasan teknis. Mestinya mereka sadar, menolak Ziyi sama artinya dengan melabeli Singapura dengan citra buruk," tutur David dalam blog pribadinya, seperti dikutip situs Chanel News Asia.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Hitam-Putih Pengembaraan Oscar Motuloh

Album

MENINGGAL
Innisisri

DUS

RUU PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Beleid 'Jalan Tengah'

Catatan Pinggir

KPK

TEMPO|interaktif

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif