• Home
  • 02 November 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 November 2009

    MOMEN

    BELGIA
    Tony Blair Gagal

    AMBISI mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk menjadi Presiden Uni Eropa menemui jalan buntu. Dia gagal mendapat dukungan dari kaum sosialis Eropa, mitra politik Partai Buruh yang tengah berkuasa di Inggris. Padahal Perdana Menteri Gordon Brown telah meminta kaum sosialis mendukung.

    Blair tak mendapat simpati karena semasa memerintah ia selalu mendukung kebijakan mantan Presiden Amerika George W. Bush dalam perang Irak. Selain itu, Blair datang dari negeri yang menolak menggunakan mata uang tunggal Eropa: euro, yang diterapkan di 16 negara.

    "Menurut pendapat saya, kandidat presiden Eropa harus memiliki hubungan bagus dengan (Presiden Barack) Obama dan tidak pernah mendukung kebijakan Bush," kata Perwakilan Austria di Eropa, Werner Fayman. Pendapat Fayman dibenarkan Deputi Perdana Menteri Luksemburg Jean Asselborn.

    FILIPINA
    Badai Hantam Luzon

    MIRINAE, badai berkategori dua, menjadi badai ketiga yang menerjang Filipina dalam dua bulan terakhir. Jumat pekan lalu, badai ini menghantam Pulau Luzon dan memorak-porandakan segala yang dilewati. Sebelumnya, badai Ketsana dan Parma, yang terjadi awal Oktober, menewaskan lebih dari 900 orang.

    Saat menyentuh daratan, badai Mirinae mencapai kecepatan 150 hingga 185 kilometer per jam di titik pusatnya. "Badai mulai masuk di Provinsi Quezon dan melemah ketika mendekati Manila sebelah selatan," ucap Prisco Nilo, Kepala Badan Meteorologi Filipina.

    Dalam menghadapi badai kali ini pemerintah Filipina lebih sigap. Tak kurang dari 45 feri disandarkan di dermaga Luzon. Evakuasi penduduk juga dilakukan menjelang datangnya badai. Truk militer pengangkut makanan dan obat-obatan dikerahkan. Akibat terjangan badai, kerugian ditaksir mencapai US$ 769 juta.

    AMERIKA SERIKAT
    Tabrakan Pesawat dan Heli

    SEBUAH pesawat penjaga pantai dan helikopter militer bertabrakan di lepas pantai sebelah selatan California, Kamis pekan lalu. Akibat insiden tersebut, sembilan orang hilang. Tim penyelamat langsung dikirim ke lokasi, yang terletak sekitar 27 kilometer dari pangkalan militer Amerika di Pulau San Clemente.

    Menurut juru bicara dinas penerbangan Amerika, seorang pilot yang kebetulan terbang di wilayah tersebut melihat bola api raksasa membubung ke udara. Pesawat jenis C-130 itu diduga membawa tujuh penumpang, termasuk pilot. Adapun helikopter yang nahas adalah dari tipe AH-1 Super Cobra.

    Letnan Josh Nelson, dari pasukan penjaga pantai, mengatakan bahwa semua penumpang yang ada di pesawat ataupun helikopter memiliki pengetahuan tentang penyelamatan diri di laut. "Meski begitu, kami tetap berusaha mencari mereka dengan segala cara," katanya. Pencarian sempat dihentikan akibat cuaca buruk.

    PRANCIS
    Chirac Dituduh Korupsi

    JACQUES Chirac bisa menjadi mantan Presiden Prancis pertama yang bakal diseret ke meja hijau dengan tuduhan korupsi. Ia diduga menyelewengkan uang negara ketika masih menjadi Wali Kota Paris. Saat kampanye presiden, Chirac dilaporkan memakai anggaran Kota Paris untuk membiayai tim suksesinya.

    Chirac, 67 tahun, menjabat Wali Kota Paris pada 1977 hingga 1995. Ia kemudian diambil sumpah sebagai Presiden Prancis pada 1995 sebelum menyerahkan kekuasaan kepada presiden terpilih Nicolas Sarkozy pada 2007.

    Selama menjadi presiden, ia kebal hukum. Tapi, setelah lengser, pembicaraan dugaan korupsi itu kembali mencuat. Meski begitu, sidang ini mungkin akan mengalami kebuntuan jika jaksa penuntut umum menyatakan akan mencabut tuntutannya karena status kasus ini sudah kedaluwarsa.

    BELANDA
    Sidang Radovan Karadzic

    SIDANG pengadilan kejahatan perang atas mantan pemimpin Bosnia Serbia, Radovan Karadzic, dimulai Senin pekan lalu. Karadzic diseret ke muka hakim dengan tuduhan melakukan pembersihan etnis muslim Bosnia. Namun Karadzic memboikot sidang itu dengan alasan belum siap melakukan pembelaan.

    Dalam membacakan dakwaan pembukanya, jaksa penuntut umum menggambarkan bagaimana kekejaman Karadzic, 64 tahun, dalam memberi perintah untuk melakukan pembersihan etnis selama perang Bosnia 1992-1995. Diduga sekitar 100 ribu orang tewas dalam aksi tersebut.

    Sidang pengadilan kejahatan perang di Denhaag, Belanda, yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa, ini merupakan yang terbesar sejak mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic diseret ke meja hijau. Dalam sidang ini Karadzic, seorang psikiater, tak mau didampingi pengacara. Jika semua tuduhan terbukti, ia bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    PAKISTAN
    Paspor Pelaku Teror

    SEBUAH paspor atas nama Said Bahaji, tersangka yang diduga terkait dengan serangan teroris terhadap New York dan Washington pada 11 September 2001, ditemukan di Waziristan Selatan, Pakistan, Jumat pekan lalu. Paspor tersebut ditemukan oleh tentara Pakistan saat menggempur markas Taliban.

    Dalam paspor tersebut terdapat visa Pakistan yang dikeluarkan pada Agustus 2001. Dari paspor itu juga diketahui bahwa Bahaji masuk Pakistan pada 4 September 2001. Ia terbang dari Jerman setelah mendengar serangan akan segera dilakukan.

    Bahaji, 34 tahun, diduga kuat merupakan anggota The Hamburg, jaringan yang bermarkas di Jerman yang menjadi penyandang dana bagi para pembajak pesawat saat terjadi serangan teroris yang menewaskan sekitar 3.000 orang itu. Menurut Interpol, Bahaji menjadi buron di Jerman dan Spanyol dengan tuduhan terorisme.

    Firman Atmakusuma (CNN, AFP, New York Times)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Warisan Budaya Batak Toba Sitor

Fotografi

Kota Fisik, Kota Konsep

Album

PENGUKUHAN
Ali Nina Liche, Kalamullah Ramli

Catatan Pinggir

Eumenides

Seni Rupa

Cara Mella Mengejek Selubung Tubuh

TEMPO|interaktif

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif