• Home
  • 02 November 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 November 2009

    Ekonomi Kembali ke Gigi Satu

    TIM ekonomi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang kedua mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan. Sejumlah muka baru duduk di pos penting, sementara yang dipertahankan adalah yang kurang bagus kinerjanya di periode pertama. Ibarat mengemudikan mobil, Presiden Yudhoyono kembali masuk gigi satu. Padahal, jika lebih banyak anggota tim lama dipertahankan, Yudhoyono langsung bisa melaju dengan gigi tiga atau bahkan empat.

    Paling tidak ada sejumlah catatan sukses pada periode pertama. Anggaran relatif aman. Ekonomi tetap tumbuh positif kendati dunia dihajar krisis finansial. Memang ada setumpuk pekerjaan rumah. Pembangunan infrastruktur-terutama jalan dan listrik-terkatung-katung. Industri manufaktur belum juga bangkit dari keterpurukan akibat krisis 11 tahun silam. Dampaknya, jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan belum juga turun.

    Dalam National Summit pekan lalu, Presiden menyatakan pemerintah akan menggenjot sejumlah sektor, termasuk infrastruktur dan energi serta industri, yang punya masalah menahun. Presiden pun mengakui ada yang kurang dalam pertumbuhan ekonomi, karena yang tumbuh masih sektor yang itu-itu juga. Ia menegaskan pentingnya strategi triple track-pro-growth, pro-poor, dan pro-job-tapi untuk mencapainya tak akan gampang mengingat kualitas anggota tim yang ada.

    Belajar dari periode pertama, ada dua hal penting yang mesti diperbaiki: sinkronisasi peraturan yang tumpang-tindih dan keharmonisan hubungan antarinstansi pemerintah. Dua hal ini menyangkut hubungan antardepartemen maupun antara pemerintah pusat dan daerah. Benturan peraturan, misalnya, sering terjadi pada saat pembebasan lahan untuk keperluan infrastruktur. Kebijakan Departemen Perindustrian, yang berorientasi pada pemberdayaan industri dalam negeri, contohnya, sering bertabrakan dengan Departemen Perdagangan, yang banyak menandatangani perjanjian perdagangan bebas.

    Sekarang ada problem lain. Beberapa menteri perlu waktu untuk belajar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru tentu masih mempelajari soal listrik yang tekor dan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap pertama yang masih belum kelar. Ia perlu paham soal produksi minyak dalam negeri yang sulit ditingkatkan, juga konsumsi yang terus bertambah.

    Menteri yang lama pun masih meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, misalnya. Realisasi pembangunan jalan tol pada periode lalu baru tercapai tujuh persen. Freddy Numberi, yang bergeser posisi dari Menteri Kelautan menjadi Menteri Perhubungan, pun tak meninggalkan catatan mengesankan.

    Yang paling banyak disorot adalah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Banyak pihak meragukan kapasitas mantan Menteri-Sekretaris Negara itu di pos barunya. Prestasinya ketika menjadi Menteri Perhubungan tak istimewa. Padahal tugas mengkoordinasi tim ekonomi jauh lebih kompleks. Memang menteri koordinator tak terlibat mengambil keputusan di departemen teknis. Namun, sebagai dirigen, ia perlu pengetahuan yang cukup dan kreasi cerdas untuk mensinergikan tim ekonomi. Untung, di tim baru masih ada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu, yang mencatat sejumlah prestasi di periode pertama.

    Dengan formasi begini, tim perlu bekerja ekstrakeras untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 persen, tingkat pengangguran 5-6 persen, dan kemiskinan 8-10 persen pada 2014. Mereka perlu cepat membawa ekonomi kita melaju tidak dengan gigi satu.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Warisan Budaya Batak Toba Sitor

Fotografi

Kota Fisik, Kota Konsep

Album

PENGUKUHAN
Ali Nina Liche, Kalamullah Ramli

Catatan Pinggir

Eumenides

Seni Rupa

Cara Mella Mengejek Selubung Tubuh

TEMPO|interaktif

Metro

Anggota Geng Penembak Juru Kamera TVRI Tertangkap

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif