Ketiga mahasiswa Ju-rusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, Yog-yakarta, ini menjadi juara dunia pada kompetisi Mondialogo Engineering Award 2009, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization dan Daimler AG di Stuttgart, Jerman, Senin pekan lalu. Makalah mereka yang berjudul "Zero Waste Production System in Small/Medium Industrial Cluster as The Core of Sustainable Innovative Villages" menyisihkan 932 proposal dari berbagai negara. Makalah ini digarap bersama Awqi Gibran dari Chalmers University, Swedia.
Floribertus Rahardi, Ria N. Badaria, Sihar Ramses Simatupang, Sindu Putra
Keempatnya memper-oleh penghargaan Anugerah Sastra Khatulistiwa pada Selasa pekan lalu. Floribertus memenangi kategori no-vel dengan karyanya, Lembata. Ria dinobatkan seba-gai penulis muda berbakat dengan novel berjudul Fortunata. Sihar -memenangi ka-tegori hadiah khusus Metropoli D'Asia Khatulistiwa, dan Sindu untuk kategori puisi dengan judul Do-ngeng Anjing Api.
Pengukuhan
I Gede A.B. Wiranata
Ia menjadi guru besar ke-34 di Universitas Lampung setelah dikukuhkan pada rapat luar biasa Senat Universitas Lampung, Selasa pekan lalu. Pakar ilmu hukum perdata 47 tahun ini membacakan pidato bertema "Revitalisasi dan Reorientasi Nilai-nilai atas Tanah sebagai Obyek Investasi dalam Pembangunan Ekonomi di Era Global".
Hery Harjono, Leonardus Broto Sugeng Kardono, Daliyo
Majelis Profesor -Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengukuhkan ketiganya sebagai profesor riset di gedung Widya Graha, Jalan Gatot Subroto 10, Jakarta Selatan, Jum-at pekan lalu. Hery, 58 tahun, menyampaikan orasi berjudul "Geodinamika dan Pola Kegempaan Busur Jawa-Sumatera". Leonardus, 53 tahun, membacakan hasil penelitiannya mengenai "Pengembangan Bahan Baku Obat Berbasis Sumber Daya Hayati". Adapun Daliyo menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Relevansi Penelitian Ketenagakerjaan dengan Pembangunan".
Penghargaan
Bambang Widjojanto
Pengacara 50 tahun ini memperoleh penghargaan antikorupsi Airlangga Setya Dharma Adhikarapurusa dari Universitas Airlangga, Surabaya, pada Senin pekan lalu. Rektor Unair Profesor Dr Fasich mengatakan Ketua Dewan Etik Indonesia Corruption Watch itu berjasa melakukan advokasi pada penetapan kampus negeri sebagai badan hukum milik negara.
"Demi Allah saya ber-sumpah: biar mati lampu ini, mati saya."
Wiliardi Wizar, mantan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, ketika menjadi saksi terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Ne-geri Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu.
"Lillahi taala, sa-ya tidak pernah men-dapatkan 10 M dari siapa pun terkait kasus Bank Century."
Susno Duadji, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, membantah menerima sogokan pada pencair-an dana nasabah Bank Century, pada rapat kerja dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, dua pekan lalu.
"Wallahi, demi Allah, saya bersumpah bahwa saya tidak pernah menerima suap atau saya meminta orang untuk menerima suap.
M. Jasin, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, ketika dituduh menerima uang dari peng-usaha Anggoro Widjojo.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

