Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan masih setengah tahun lebih. Namun getarannya sudah dimulai dari sekarang. Pekan lalu undian grup telah dilangsungkan. Ada grup neraka, ada pula grup "empuk". Tapi, yang tak kalah penting, bola buat mencetak gol-gol kemenangan telah diputuskan.
Adidas, yang sejak 1970 merancang bola resmi pesta bola sejagat ini, menciptakan Jabulani, yang diklaim sebagai bola "paling bundar di seantero dunia dan stabil ketika melayang di udara". Pemain asal Jerman, Michael Ballack, mengatakan, "Fantastis, bola mengarah sesuai dengan keinginan saya."
Jabulani
Jabulani diambil dari bahasa Zulu, yang digunakan 25 persen populasi penduduk Afrika Selatan. Artinya, merayakan atau membawa kebahagiaan. Sekilas Jabulani hanya berwarna putih, hitam, dan kuning. Namun, bila dilihat lebih cermat, bola itu ternyata terdiri atas 11 warna-sesuai dengan jumlah pemain satu tim sepak bola. Sebelas juga melambangkan jumlah bahasa dan komunitas suku di Afrika Selatan.
Adidas menerapkan teknologi Grip ‘n Groove yang membuat Jabulani stabil di udara. Bola dapat dikontrol dengan mudah di segala kondisi. Jabulani dibuat dengan delapan panel spesial dengan tiga dimensi yang dijahit menjadi satu.
Bola-bola Masa Lalu
Questra
Mengambil inspirasi teknologi luar angkasa, quest for the stars, bola yang digunakan dalam Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat memperkenalkan standar baru dalam bola Piala Dunia. Terbuat dari bahan polystyrene, membuat Questra lebih tahan air dan mempunyai akselerasi lebih baik. Questra pun dipuji karena memudahkan pemain mengontrol bola.
Tricolore
Bola resmi Piala Dunia 1998 di Prancis, mengambil inspirasi dari bendera tiga warna tuan rumah: biru, putih, merah. Tricolore dibuat dari lapisan-lapisan gabus sintetis di permukaan bola.
Teamgeist
Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Adidas meluncurkan Teamgeist-artinya semangat tim; dibuat dari 14 panel yang direkatkan. Bola biasa umumnya dilapisi 32 panel berbentuk segi enam dan lima. Untuk menjaga bentuk, ketebalan kulit Teamgeist ditambah 0,9 milimeter menjadi 1,1 sentimeter. Selain itu, disisipkan busa polyurethane yang mengandung gas sehingga mudah kembali ke bentuk semula setelah ditendang. Oleh beberapa pemain, Teamgeist dianggap terlalu ringan sehingga sulit ditangkap penjaga gawang.
Fevernova
Fevernova dikeluarkan pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang; menjadi favorit para spesialis tendangan bebas, seperti David Beckham, Roberto Carlos, Zinedine Zidane, dan Ronaldinho. Ronaldinho menendang bola yang melengkung dan masuk gawang David Seaman ketika Brasil menundukkan Inggris 2-1 di perempat final.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

