Selarik doa dilantunkan- Muhammad el-Baradei di ujung pertemuan: Tuhan, jadikan kami alat perdamaian. Di mana ada kebencian, tunjukkan kami cinta;- di mana ada kebohongan, tunjukkan kami kebenaran; di mana ada perpe-cahan, tunjukkan kami persatuan. Doa St. Francis dari Assisi ini menjadi ucapan selamat tinggal El-Baradei kepada para koleganya di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Wina, Austria, dua pekan lalu.
Doa El-Baradei itu dinilai unik, mengingat ia seorang penganut Islam. Rupanya beberapa hari menjelang lengser, pakar hukum yang mengabdi di badan nuklir dunia sejak 1984 ini sempat mengunjungi makam sang santa di Assisi, Italia. Pria 67 tahun berkebangsaan Mesir itu begitu terkesan pada pengorbanan diri Francis demi kemanusiaan.
El-Baradei jelas bukan orang suci. "Negara-negara Barat dan Israel menganggap saya terlalu lemah menghadapi negara-negara muslim. Adapun nega-ra-negara Timur Tengah menuduh -saya seba-gai antek Barat," ucapnya. Toh, anggapan itu tak mampu me-ngaburkan sebuah kenyataan: pengabdian -El-Baradei pada masalah nuklir dunia -telah diganjar penghargaan Nobel Perdamaian 2005.
Di bawah kepemimpinannya, badan ini tak melulu mengurusi persoalan teknis seperti pada saat awal pendirian-nya setengah abad lalu. Setelah ia menjadi ketua, banyak perubahan terjadi. Salah satunya ia berani menentang keinginan Amerika Serikat menginvasi Irak pada 2003. Pria lulusan New York University School of Law itu memberikan sejumlah- bukti bahwa Irak tak memiliki senjata pemusnah massal seperti tuduhan Amerika.
Kursi panas itu kini berada di tangan diplomat Jepang, Yukiya Amano, 62 tahun. Berbeda dengan Baradei yang terbuka dan lugas, Amano dikenal low profile. Sejatinya Amano merupakan diplomat karier dengan spesiali-sasi pengawasan senjata. Ia turut ambil bagian dalam perundingan pengendalian senjata yang menghasilkan Perjanjian Nonproliferasi Senjata (NPT) pada 1995 dan verifikasi protokol dalam Konvensi Senjata Biologis pada 2001. Ia kemudian menjabat Ketua Dewan Gubernur IAEA 2005-2006.
Dalam pemilihan tertutup yang dilakukan 35 anggota Dewan Gubernur IAEA, pria yang fasih berbahasa Prancis ini dipilih oleh 23 orang melawan 11 suara dan 1 suara abstain. Ia mengalahkan Abdul Samad Minty dari Afrika Selatan yang dianggap lebih independen.
Sejumlah pengamat menilai Amano- merupakan kepanjangan tangan nega-ra maju. Ini terbukti dengan lolosnya resolusi yang menekan Iran menghentikan sementara pengayaan uranium hanya beberapa hari setelah pengangkatannya. Iran jelas menolak resolusi ini, bahkan nekat hendak membangun sepuluh fasilitas pengayaan uranium baru. "Ini hak Iran. Kami akan melin-dungi fasilitas ini dari serangan militer apa pun," kata Ketua Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi.
Namun pengamat Iran asal Rusia,- Vladimir Yevseyev, melihat Amano le-bih- tegas terhadap Iran dibanding Baradei. "Amano bukan Arab dan Islam. Semua urusan ideologi dan agama tak berpe-ngaruh padanya," ujar Yevseyev kepada sebuah media lokal di Wina, Austria.
Amano sendiri mengatakan ia akan patuh pada mandat IAEA sebagai inspektur atau pengawas guna mencegah proliferasi (pengayaan). Ia juga mendukung pemakaian energi nuklir bagi pembangunan ekonomi dan pengobatan.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Tokyo itu berjanji akan mengembalikan badan nuklir dunia ini pada khitahnya, yakni berfokus pada kegiatan-kegiatan teknis. Ia bahkan secara tegas meminta badan nuklir dunia agar tidak menjadi arena negosiasi perlucutan senjata. Di sini Amano tampak jelas mengambil jalan berbeda dengan pendahulunya.
Sita Planasari (BBC, Reuters, Wall Street Journal, Xinhua)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

