• Home
  • 14 Desember 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Perilaku
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Memoar
    • Wawancara
  • Arsip
  • 14 Desember 2009

    Kotak-kotak Mimpi nan Molek

    CORPOREAL, corporeus. Dalam bahasa Latin artinya sesuatu yang menubuh. Asalnya dari corpor, corpus, berarti tubuh. Para penggemar karya Lie Fhung, 40 tahun, paham betapa Lie Fhung piawai meng-olah tubuh perempuan. Bukan cuma tubuh, tapi juga macam-macam perkakas dan imaji yang lekat dengan dunia kaum Hawa: lekukan torso. Bayi dan perempuan hamil. Sayap-sayap, motif sulur dan renda hitam ala Prancis. Kupu-kupu. Kawat tipis. Keramik dan porse-len. Cermin dan gelas. Bulu unggas.

    Lie Fhung menamai pameran tunggal yang digelar di Sigiarts Gallery sejak awal Desember ini Corporeal Dream-bisa jadi diambil dari kata dalam bahasa Latin tadi. Dan ruang pamer galeri di Jalan Mahakam itu terasa "sangat Lie Fhung" bukan saja karena arsitekturnya yang minimalis. Tapi juga karena benda-benda yang dipamerkannya jauh dari ukuran-ukuran gigantis yang sudah kelewat sering digunakan. Yang justru menonjol di sini adalah karya-karya unik yang mungil, tapi penuh detail sekaligus delicate. Mungil, ramping, tapi kompleks. Seperti Lie Fhung.

    Corporeal dream, arti harfiahnya adalah mimpi yang terwujud, menubuh, dan terejawantahkan. "Ini perwujudan proyek personal yang melibatkan semua angan, fantasi, impian, pertanyaan, pun kecemasan sehubungan dengan ihwal yang personal itu," kurator Hendro Wiyanto mengutip Lie Fhung.

    Sebagian dari karya-karya yang dipamerkan masih terkait dengan karya-karyanya sebelumnya. Seperti sayap dan kupu-kupu pada Flight (2005), pameran tunggal pertama setelah ia tinggal di luar negeri. Kemudian bentuk torso, tubuh perempuan hamil, dan jalinan kawat rumit pernah dipertunjukkannya dalam Sincere Subjects, pameran bersama perupa Ugo Untoro, Melati Suryodarmo, dan Jose Legaspi (Filipina) pada pembukaan Sigiarts setahun lalu.

    Tapi yang terbaru adalah Dream Archive, eksplorasi dengan kotak-kotak album foto merek Kolo. Ini bukan kerja samanya yang pertama dengan produk massa. Sebelumnya, ia pernah membuat karya seni dari produk-produk Ace Hardware. Meski kotak-kotak album Kolo ini bisa terlihat dingin dan kaku dengan gaya khas minimalis yang digemari di Eropa itu, tangan-tangan Lie Fhung membuatnya menjadi sangat intim, personal.

    Tanpa menggunakan terlalu banyak elemen, masing-masing kotak ia isi dengan "drama" yang terasa pas: ada sketsa bayangan manusia di antara sulur-sulur, foto torso perempuan dari payudara hingga kelaminnya, foto-foto keluarga hitam-putih, replika bayi kecil dari keramik yang ditangkup dengan mangkuk gelas, cermin dengan kupu-kupu yang terperangkap, bulu unggas yang terikat dengan kawat dan lempengan porselen tipis serupa bentuk tubuh. Di beberapa kotak ia menggunakan renda-renda hitam yang mengingatkan orang akan tudung wajah wanita dalam duka.

    Perjalanan karya Lie Fhung boleh dibilang terentang jauh hingga sepanjang usianya. Pamerannya yang pertama saat ia berusia 10 tahun, di Sanggar Balai Seni Rupa Jakarta. Sejak 1979, ia tak berhenti belajar dan berkarya melalui puluhan kompetisi. Ia pernah terlibat dalam pameran di India. Ia mendapat medali perunggu untuk kompetisi gambar di Italia. Pernah residensi dan pameran di Vermont, Amerika Serikat. Salah satu karya keramiknya menjadi koleksi tetap di museum keramik di Korea Selatan. Sejak lulus dari Fakultas Ilmu Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung pada 1988 jurusan keramik, ia bekerja di Hong Kong, lalu Shanghai sebagai desainer produk. Ia serius mengembangkan bisnis desain grafis digital yang ia kelola lewat www.ztampf.com.

    Dan melalui karya-karyanya di Sigiarts itu, kita bisa mengikuti lekuk desainnya yang semakin matang. Juga mimpi-mimpinya yang dijalin dengan jemarinya yang lentik. Ketika jemari itu mengurut-urut lempung mungil, membuntal kawat tipis dan menjalinnya ke sana-kemari dalam pola yang rumit. Jemari yang sama yang menjahit kain dan kulit sintetis untuk menjadi torso. Pun merekatkan renda-renda hitam sebagai bingkai sketsa bayi gemuk yang meringkuk. Hasilnya, mimpi-mimpi yang berwujud molek di tangan sang penciptanya.

    Kurie Suditomo


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Memoar

Pendekar Lingkungan Beralis Perak

Pisau Tumpul 'Mafia Berkeley'

Pantang Bermuka Dua di Depan Soeharto

Album

PENGHARGAAN
Onno W. Purbo dan Isak Santoso

Seni Rupa

Kotak-kotak Mimpi nan Molek

Catatan Pinggir

Recehan

TEMPO|interaktif

Metro

Cerita Tragis Tabrakan Beruntun Cisarua

Olahraga

Dalglish Klaim Liverpool Unggul Psikologis dari MU

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Puncak Ikut Tewas

Otomotif

Mitsubishi Outlander 2013 Tampil di Geneva

Jokowi Siap "Fight" untuk Jadi DKI Satu

Nasional

Saksi Kecelakaan Maut di Puncak: 50 Orang Tewas  

Olahraga

Kalah 2-0, Timnas Akui Ada Lubang di Tengah  

Olahraga

Hyundai Tekuk Timnas 2-0

Kebijakan Pangan Terfokus Pada Karbohidrat  

Korban Tewas Tabrakan Beruntun Bogor Bertambah

Olahraga

Steven Gerrard Difavoritkan Jadi Kapten Inggris

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif