• Home
  • 21 Desember 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Desember 2009

    Momen

    PALESTINA
    Hamas Berulang Tahun

    Puluhan ribu warga Pa-lestina memadati Kota Ga-za saat merayakan hari jadi ke-22 tahun berdirinya Hamas, Selasa pekan lalu. Jalanan di Jalur Gaza berubah menjadi lautan hijau yang dipenuhi pendukung Hamas yang melambaikan spanduk hijau, bendera Hamas, dan foto pendiri Hamas yang mati dibunuh, Syekh Ahmad Yassin.

    Dalam perayaan tersebut, pemimpin Hamas, Ismail Haniya, mengatakan mereka tidak akan mengakui Israel. "Kita tidak akan pernah menyerah di Palestina. Ini belum cukup untuk membebaskan Gaza. Hamas akan berusa-ha membebaskan semua Palestina," kata Haniya, disambut sorak-sorai pendukungnya.

    Pemimpin senior Hamas, Mahmud Zahar, mengatakan, selama 22 tahun Hamas berdiri, telah banyak hal yang dilakukan demi kemajuan Gaza. Hamas mengklaim telah mampu mewujudkan sebagian besar tujuannya dan berhasil mengatasi setiap ancaman yang dihadapi, mulai penjara, pembuang-an, hingga pembunuhan.

    PALESTINA
    Proses Perdamaian Israel

    Presiden Palestina Mah--mud Abbas mengatakan perjanjian damai dengan Israel dapat terwujud dalam enam bulan. Syaratnya, Israel harus menghentikan pembangunan permukiman. Jika Israel bersedia memenuhinya, Palestina siap maju ke meja perundingan.

    Syarat itu diutarakan -Abbas dalam pembicaraannya dengan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak lewat telepon beberapa minggu lalu. "Saya menya-rankan Israel membekukan semua pembangunan permukiman selama enam bulan, termasuk perumahan di Yerusalem Timur," kata Abbas kepada harian Israel, Haaretz, pekan lalu.

    Israel sudah pernah menolak tuntutan Palestina dan Amerika Serikat agar menghentikan seluruh pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Israel ha-nya menghentikan pembangunan di beberapa wilayah Tepi -Barat.

    AMERIKA SERIKAT
    Penjara Illinois Gantikan Guantanamo

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah meminta pemerintah federal membeli Pusat Fasilitas Penjara Thomson di Illinois. Rencananya penjara ini akan digunakan untuk menampung tahanan dari penjara Teluk Guantanamo. Ini merupakan bagian dari rencana Obama untuk Guantanamo.

    Niat Obama itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates yang ditujukan kepada Gubernur Illinois Pat Quinn. "Ini tak hanya akan membantu mengatasi masalah kepadatan berlebihan yang mendesak di penjara federal negara kita, tapi juga membantu penutupan kamp tahanan di Guantanamo tepat pada waktunya dan dengan cara yang sah," kata Obama.

    Sejak menjadi orang nomor satu di Amerika, Obama, yang juga bekas senator Illinois, telah menyampaikan niat menutup kamp Guantanamo dalam waktu satu tahun. Penjara yang dibuka sejak 2002 ini digunakan untuk menampung tersangka pelaku terorisme setelah serangan 11 September 2001.

    KAMBOJA
    Mata-mata Thailand Bebas

    Raja Kamboja Norodom Sihamoni akhirnya mengampuni dan membebaskan warga Thailand, Sirawak Chothipong, 31 tahun. Dia dianggap memata-matai mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra saat kunjungannya ke Kamboja bulan lalu. Chothipong dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun.

    Pembebasan Chothipong- ini berkat rekomendasi Thaksin tatkala melawat ke Kamboja. Thaksin juga sempat membesuk Chothi-pong di penjara. Dia khawatir penahanan Chothi-pong akan memperkeruh hu-bungan diplomatik anta-ra Bangkok dan Phnom Penh.

    Setelah pembebasannya, karyawan di Badan Lalu Lintas Udara Kamboja ini menghadiri acara di rumah Perdana Menteri Kamboja Hun Sen untuk menerima surat pembebasannya. Acara tersebut juga diha-diri para anggota partai oposisi utama Thailand. Asisten Perdana Menteri Hun Sen, Eang Sphalleth, mengatakan Chothipong bersama ibunya meninggalkan penjara Prey Sar, Senin pekan lalu, menuju Thailand.

    IRAN
    Khamenei Peringatkan Oposisi

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyampaikan peringatan keras terhadap kelompok oposisi. Peringatan itu disampaikan seusai demonstrasi kelompok oposisi yang me-robek dan menginjak-injak gambar pendiri Republik Islam Iran, almarhum Ayatullah Ruhollah Khomeini, dua pekan lalu.

    Dalam pidato yang disi-arkan televisi pemerintah, Khamenei mengatakan oposisi telah melanggar hukum dan menghina Imam Khomeini. Tindakan mereka juga dinilai akan mendorong para musuh Iran merusak sistem pemerintahan Republik Islam.

    "Mereka yang meneriakkan slogan-slogan atas na-ma orang-orang ini (para pemimpin oposisi), membawa gambar-gambar, sampai pada sebuah titik yang sungguh-sungguh bertentangan dengan Imam (Khomeini), revolusi, dan Islam," kata Khamenei di saluran televisi pemerintah.

    FILIPINA
    Pasukan Filipina Serbu Basis Komunis

    Seorang pejabat militer mengatakan setidaknya sembilan pemberontak komunis tewas dalam penyerbuan militer Filipina terhadap basis mereka di selatan Pulau Mindanao. Serangan yang didukung oleh heli-kopter tempur menyerang kamp pemberontak di dekat Valencia. Juru bicara militer, Mayor Michelle Anayron, mengatakan satu tentara tewas dan tiga lainnya terluka.

    Dalam penyerbuan itu ditemukan senapan dan senjata lain di kamp gerilya-wan Pasukan Rakyat Baru (NPA). Sekitar 60 pemberontak juga ditemukan bersembunyi. "Ini adalah kerugian terbesar bagi pemberontak di Provinsi Bukidnon sejak Maret lalu," kata Anayron.

    NPA merupakan sayap militer Partai Komunis Filipina yang selama 40 tahun berseberangan dengan pemerintah. Konflik memuncak pada 1980, ketika kekuatan pemberontak Maois- membengkak menjadi lebih- dari 25 ribu orang. Namun dukungan pemberontak Maois saat ini turun drastis dan diperkirakan hanya tersisa sekitar 5.000 orang. Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo memerintahkan operasi menumpas pemberontak Maois hingga tahun depan.

    Suryani Ika Sari (BB, AP, AFP, Reuters)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Ketegangan yang Meruntuhkan Batas

Mati dan Hidup pada Citra Bantal

Catatan Pinggir

Macbeth

Album

Pengukuhan
Wiyanto dan Samsudi

TEMPO|interaktif

Metro

Anggota Geng Penembak Juru Kamera TVRI Tertangkap

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif