• Home
  • 21 Desember 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 21 Desember 2009

    Kaledoskop 2009
    Obituari

    W.S. Rendra
    7 November 1935-6 Agustus 2009

    Di kelimun orang, berbaris-baris, bahkan berjejal-jejal, seperti menunggu rombongan karnaval lewat, Rendra pergi. Semua takzim dengan doa yang tak putus. "Saya sangat bahagia," Rendra mengucapkan kata akhirnya kepada Ken Zuraida, istrinya.

    Willibrordus Surendra Broto Rendra, nama lengkap Rendra, berpulang di usia 74 tahun karena penyakit jantung koroner, pada Kamis malam, 6 Agustus. Ribuan orang menghadiri pemakamannya di rumahnya yang jembar di Cipayung, Citayam, Depok.

    Rendra mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk sastra dan teater. Ia penyair yang tangguh dalam teknik lisan dan sangat peka pada pengaruh bunyi. Ia menggeser dunia kesenimanan dari posisinya yang pinggiran ke tengah gelanggang. Ia seniman yang paling banyak berurusan dengan pencekalan pemerintah.

    Lewat Bengkel Teater yang ia dirikan pada 1967, Rendra mementaskan Oedipus Sang Raja, tampil maraton lebih dari tujuh jam pada Panembahan Reso, dan yang paling eksperimental: Bip Bop. Goenawan Mohamad menamainya "teater mini kata". Arifin C. Noer menyebutnya "teater primitif yang membebaskan diri dari tirani kesusastraan".

    foto: TEMPO/Dimas Aryo, Panca Syurkani

    Omar Dani
    23 Januari 1924-24 Juli 2009

    - Hanya lantaran menyatakan dukungan kepada Soekarno lewat RRI, ia dituding terlibat Gerakan 30 September.

    - Dipenjarakan pada 25 Desember 1966, bebas 29 tahun kemudian.

    - Salah satu Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara termuda dalam sejarah: 38 tahun. Dalam kepemimpinannya, AURI memodernisasi pesawat tempurnya.

    foto: TEMPO/ Yosep Arkian

    Joesoef Isak
    15 Juli 1928-15 Agustus 2009

    - Dipenjarakan tanpa diadili pasca-1 Oktober 1965, bebas pada 1977.

    - Menjadi Pemimpin Redaksi Merdeka, 1959, dengan persetujuan Soekarno.

    - Bersama Hasjim Rahman dan Pramoedya Ananta Toer mendirikan penerbitan Hasta Mitra pada 1980. Buku-buku Pram terbitan Hasta dicekal kejaksaan.

    foto: TEMPO/Bismo Agung

    Angky Camaro
    16 Maret 1949-22 Juni 2009

    - Bergelut dengan mobil hampir sepanjang hayatnya. Nama Camaro ia ambil dari sebuah merek mobil terkenal.

    - Alumnus Aeronautical Engineering, Jerman, pernah bekerja di pabrik mobil VW.

    - Bersama Subronto Laras membangun Indomobil.

    - Direktur di PT Indofood Sukses Makmur Tbk., 20 Juni 2008.

    foto: TEMPO/Nickmatulhuda

    Ismail Suny
    7 Agustus 1929-20 April 2009

    - Dikenal tak pernah takut melontarkan kritik. Di zaman Orde Baru mengusulkan amendemen untuk mencegah orang menjadi presiden selama-lamanya.

    - Ditangkap pada April 1978, tanpa pengadilan, dan dipenjarakan selama setahun.

    - Doktor ilmu hukum tata negara dari Universitas Indonesia, 1963, dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi 1992-1997.

    foto: TEMPO/Purwanta BS

    Ucok AKA
    1940-2 Desember 2009

    - Bersama AKA, kelompok musik rock asal Surabaya yang didirikan pada 1967, Andalas Datoe Oloan Harahap alias Ucok tak berhenti pada musik.

    - Di atas panggung, ia menampilkan drama: suasana horor dan sedikit sadisme. Ia menghirup darah kelinci, menyanyi di dalam peti mati, memanjat atap gedung pertunjukan, menyanyi dan berteriak dengan kepala di bawah dan kaki diikat ke atas, dan banyak lagi.

    foto: TEMPO/Nickmatulhuda

    Ellya Khadam
    23 Oktober 1932-2 November 2009

    - Identik dengan tembang Boneka dari India. Lagu itu diciptakan Ellya, yang terlahir dengan nama Siti Alya Husnah, pada 1957.

    - Lagu ini monumental karena sejak saat itu elemen bunyi serupa tabla menjadi bagian tak terpisahkan dari musik yang pada awal 1970-an dikenal sebagai dangdut.

    foto: TEMPO/Santirta M.

    Sapto Rahardjo
    16 Februari 1955-27 Februari 2009

    - Ia berjuang mempopulerkan gamelan di dunia internasional. Kelompok yang ia bina tersebar di 35 negara.

    - Pada 1995, Sapto menggelar Yogyakarta Gamelan Festival.

    - Beberapa tahun terakhir, Sapto berhasil menarik minat anak muda dengan menggelar Gamelan Gaul. Ia membuat program gamelan digital, yang kini dipasang di Taman Pintar Yogyakarta.

    foto: TEMPO/Heru C.N.

    Mbah Surip
    5 Mei 1957-4 Agustus 2009

    - Hanya dengan sebuah tembang, Tak Gendong, Urip Achmad Riyanto atau Mbah Surip meraup popularitas pada tahun ini.

    - Ia bergabung dengan komunitas seniman Bulungan dan Taman Ismail Marzuki sejak 1970-an.

    foto: tempo/gunawan wicaksono


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Ketegangan yang Meruntuhkan Batas

Mati dan Hidup pada Citra Bantal

Catatan Pinggir

Macbeth

Album

Pengukuhan
Wiyanto dan Samsudi

TEMPO|interaktif

Internasional

Remaja Ini Pecahkan Soal Warisan Newton

Metro

Anggota Geng Penembak Juru Kamera TVRI Tertangkap

Metro

Pelaku Penembak Satpam IPB Teridentifikasi

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif