• Home
  • 01 Februari 2010
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Buku
    • Agama
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Memoar
    • Wawancara
  • Arsip
  • 01 Februari 2010

    Bila Arah Kiblat Melenceng

    SESEKALI periksalah arah kiblat masjid tempat Anda biasa mendirikan salat. Siapa tahu arahnya tak benar-benar menghadap ke Ka'bah di Mekah. Sebab, banyak masjid di Indonesia ternyata tak akurat arah kiblatnya. Contohnya Masjid Al-Ittihad di Jalan Mutiara Gading Timur, Bekasi. Arah kiblat masjid ini ternyata melenceng 2 derajat dari pusat arah salat umat Islam sedunia. Penyimpangan 2 derajat itu berarti melenceng 107 kilometer dari Ka'bah.

    Untuk mengoreksinya, diperlukan pengukuran ulang, seperti di Masjid Al-Ittihad, Selasa pekan lalu. "Setiap hari, kami menerima satu-lima permintaan pengukuran ulang dari masyarakat," kata Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama Rohadi Abdul Fatah setelah mengukur ulang Al-Ittihad.

    Kesalahan pengukuran arah kiblat memang terjadi di banyak masjid. Pada 2007, misalnya, tim verifikasi arah kiblat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil sampel 108 masjid di semua kecamatan dan kabupaten. Hasilnya mengejutkan, hampir semua masjid tersebut salah kiblat. Arahnya melenceng bahkan sampai kisaran 20 derajat. Hanya 21 masjid yang dianggap sudah tepat arah kiblatnya, dengan toleransi kesalahan kurang dari 1 derajat. Data terakhir Kementerian Agama malah menunjukkan 170 ribu dari total 800 ribu masjid di Indonesia salah arah kiblat.

    Ada beberapa penyebab masjid-masjid salah arah kiblat. Ada yang beranggapan gempa bumi yang belakangan ini melanda berbagai kawasan telah mengubah arah kiblat masjid. Tapi Kepala Subbidang Informasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Rahmat Triyono, menepis anggapan bahwa arah kiblat di Indonesia bergeser akibat gempa. "Arah kiblat di Indonesia tetap," katanya. Dari Jakarta, arah kiblat berada pada sudut 295 derajat lebih dari arah utara.

    Gempa yang melanda Indonesia, kata Rahmat, hanya menyebabkan pergeseran lempeng bumi 7 sentimeter per tahun. "Tidak signifikan untuk ukuran luas Indonesia, kecuali dalam jangka waktu jutaan tahun lamanya," ujarnya.

    Pakar ilmu falak Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang, Ahmad Izzuddin, berpendapat, melencengnya arah kiblat masjid di Indonesia umumnya karena ketidakakuratan dalam mengukur arah kiblat saat mendirikan masjid. "Banyak yang hanya dikira-kira," katanya. Alat yang digunakan pun sangat sederhana, misalnya kompas. Kompas tak selalu akurat. Alat penunjuk arah itu memiliki penyimpangan 1 hingga 10 derajat dari angka yang ditunjukkan oleh jarumnya.

    "Mayoritas masyarakat belum memahami teknik pengukuran kiblat dengan benar," kata Direktur Lembaga Rukyatul Hilal Indonesia Mutoha Aminuddin, yang rutin melakukan verifikasi arah kiblat masjid-masjid. Sampai Senin pekan lalu, Mutoha dan tim verifikasi Badan Hilal dan Rukyah Provinsi Yogyakarta telah memverifikasi 300 masjid dengan menggunakan alat teodolit. "Target kami sepekan minimal tiga masjid," kata Mutoha.

    Ada cara lain. Masyarakat bisa mengukur secara akurat arah kiblat dengan bantuan teknologi. Beberapa situs daring (online) menyediakan petunjuk arah kiblat dengan aplikasi Google Maps. Situs itu bisa diakses di www.qiblalocator.com atau yang berbahasa Indonesia di http://rukyatulhilal.org. "Tapi lebih pasti, disarankan menggunakan teodolit," kata Mutoha.

    Kalaupun arah kiblat yang salah belum sempat dikoreksi, tak perlu khawatir. Penyimpangan hingga 1 derajat masih ditoleransi. "Salatnya tetap sah," ujar Mutoha.

    Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat M. Anwar Ibrahim menyatakan masyarakat yang mengetahui arah kiblat masjidnya melenceng memang harus memperbaiki. Tak perlu membongkar masjid. Ubah saja posisi saf. "Sangat mudah, tidak perlu diperdebatkan," katanya.

    Rudy Prasetyo, Rofiuddin (Yogyakarta)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Agama

Bila Arah Kiblat Melenceng

Buku

Misteri yang Kurang Gereget

Memoar

Daoed Joesoef Kontroversi Sang Menteri

Kala Seni dan Nalar Berpadu

Dari Eropa ke Tanah Abang III

Seni Rupa

Menepis Formalisme, Menelusuri Tradisi

Ay Tjoe yang Melingkar dan Menyatu

Tafsir Perang S. Teddy

Tari

Hiburan Kondo

Album

PENGUKUHAN
Ibnu Hamad, Hamdi Muluk

Catatan Pinggir

Atticus

TEMPO|interaktif

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif