Gregorius Sidharta Soegijo pernah terpesona dengan formalisme Barat, tapi kemudian mengingkarinya. Ia membawa seni patung Indonesia ke pangkuan seni tradisi dengan wajah modern.
Pameran tunggalnya kali ini hanya menampilkan satu karya, 20 meter, dipajang menyambung di dinding ruang silinder. Ada "kisah" dari satu garis ke garis yang berikut, dari satu bentuk ke bentuk berikut.