New York, I Love You
Sutradara: Mira Nair, Natalie Portman, Brett Ratner, Shekhar Kapoor, dan lain-lain
Skenario: Natalie Portman, Israel Horovitz, Hu Hong, Stephen Winter, dan lain-lain
Pemain: Natalie Portman, Christina Ricci, Orlando Bloom, James Caan, Ethan Hawke, Andy Garcia, Hayden Christensen, Rachel Bilson, Maggie Q.
Mari kita mencium tubuh New York.
Sebelas kisah tentang New York dari puluhan nama su-tradara besar dan penulis skenario terkemuka itu adalah upaya produser Emmanuel Benbihy setelah sukses Pa-ris Je T'aime. Tapi apakah film New York, I Love You berhasil mengulik sumsum dari tulang-belulang New York? Bisakah kita merasakan getaran di subway; suara penyanyi jalanan; atau pandangan khas New York di pagi hari yang berubah menjadi lautan pekerja yang tergopoh-gopoh dengan gelas Latte di tangan? Bisakah setiap sutradara menampilkan tafsir mereka tentang New York selama delapan menit?
Film ini dibuka dengan dua tokoh lelaki yang tak saling mengenal yang masuk ke dalam taksi, yaitu Gus (Bradley Cooper) dan Garry (Andy Garcia), dan berebut. Ketika mereka bersepakat untuk sama-sama menggunakan taksi itu, kedua lelaki ini ribut tentang rute mana yang diambil agar menghindar dari kegilaan macet New York. Inilah New York. Dan betapa berkuasanya sopir taksi New York. Dia mendepak penumpang bawel itu.
Kita kemudian menemui Garry kembali di segmen lain, ketika ia menemui kekasihnya, Molly (Rachel Bilson), di bar. Sebelumnya, Molly tengah bergurau menanggapi- rayuan Ben (Hayden Christensen), seorang pencuri ulung yang dengan sigap bisa menilap dompet orang. Tapi, di antara Garry dan Ben, siapakah pencopet yang lebih ulung? Dan siapa yang akhirnya berhasil mencuri hati Molly?
Nun di pojok sana, ada Rifka (Natalie Portman), seorang calon pengantin tradisional Yahudi, sedang tawar-menawar sebutir berlian dengan sengit dengan Mansukhbai (Irfan Khan), sang pemilik toko. Setelah berbincang tentang larangan dalam agama masing-masing, tiba-tiba saja, entah bagaimana, kedua warga New York berbeda etnik itu, yang masing-masing sangat mencintai pasangannya, terlibat dalam satu momen intensitas yang luar biasa.
Intensitas tak hanya terjadi pada sebuah rasa kebersamaan seperti yang terjadi antara Rifka dan Mansukhbai.- Di tingkat atas sebuah hotel mewah, Isa-belle (Julie Christie), seorang perempuan paruh baya, tengah merenungkan saat-saat menjelang keinginannya untuk bunuh diri. Dia ditemani seorang pelayan hotel belia, Jacob (Shia LaBeouf). Di antara mereka, terjadi suatu intensitas, tanpa kata-kata. Hanya rasa dan pemahaman jiwa.
Tidak semua segmen New York, I Love You itu mengalir dengan lancar. Segmen pasangan tua yang menyusuri New York sembari menggerutu sebetulnya menarik, meski tak jelas apa tujuan segmen ini. Atau perbincangan seorang penulis (Ethan Hawke) yang ngoceh panjang-lebar merayu seorang perempuan cantik di pinggir jalan, yang ternyata seorang pelacur (Maggie Q.), tak memberikan apa-apa, selain sekelumit anekdot.
Sementara Paris Je T'aime memberikan keragaman sekaligus bau tubuh Paris, sebelas cerita New York ini jauh dari kedalaman yang kita temui dari film New York Stories yang pada 1989 disutradarai tiga sutradara sakti: Woody Allen, Martin Scorsese, dan Francis Ford Coppola.
Ada jiwa New York yang seharusnya bisa digambarkan: sebuah kota, sebuah “tubuh" yang mampu menenggelamkan kita, jika kita tak mengenal organ-organnya dengan akrab. Sebuah tubuh yang harum sekaligus penuh keringat, jika kita tak mampu merawat hubungan kita dengan kota itu. Belasan sutradara ini seolah berjalan sendiri-sendiri tanpa konsep yang mempersatukan mereka kecuali sebuah lokasi.
Berikutnya, menurut konseptor Emmanuel Benbihy, adalah Kota Rio. Mungkin kota yang panas dan bergairah itu bisa melahirkan berahi penontonnya. Kita tunggu.
Leila S. Chudori
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
