Iran
Perayaan 31 Tahun Revolusi Islam
Ratusan ribu rakyat Iran memadati alun-alun Teheran untuk merayakan ulang tahun ke-31 Revolusi Islam, Rabu pekan lalu. Televisi pemerintah mena-yangkan lautan massa membawa gambar dan spanduk Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dan bendera Iran menuju lapangan Azadi, tempat Ahmadinejad akan berpidato.
Saat berlangsungnya pe-rayaan, kecepatan Internet dilaporkan turun secara drastis. Layanan surat elektronik, seperti Gmail, diblokir pemerintah untuk menggagalkan upaya perlawanan oposisi. "Kami mendengar para pengguna di Iran mengalami kesulitan mengakses Gmail," tulis Google, pemilik Gmail, dalam pernyataannya.
Sebelumnya pihak oposisi telah bersumpah untuk melakukan demonstrasi menentang pemerintah. Spanduk dan bendera hijau telah dibentangkan di beberapa tempat di Teheran sebagai simbol perlawanan. Upaya protes pihak oposisi ini telah berlangsung sejak dipilihnya Presiden Ahmadinejad.
Pemerintah telah meng-antisipasi perlawanan oposisi dengan menurunkan ratusan anggota pasukan di pusat Teheran. Pejabat pemerintah menyerukan agar para demonstran tidak melakukan kerusuhan yang memicu bentrok dengan pasukan keamanan.
Dubai
Penutupan Menara Burj al-Khalifa
Baru sebulan beroperasi, menara tertinggi di dunia, Burj Khalifa, Ahad pekan lalu ditutup secara mendadak. Penutupan tersebut disampaikan oleh pemilik gedung, Emaar Properties, dalam pernyataan singkatnya. "Kami tak menyangka lalu lintas pengunjung akan sangat tinggi. Selain itu, ada masalah teknis terkait dengan listrik," katanya.
Menara yang dibuka pada 5 Januari lalu itu memang memikat para wisatawan dari dalam negeri ataupun mancanegara. Upaya Dubai menghidupkan kembali citranya sebagai metropo-litan Arab di kancah dunia internasional tak sia-sia.
Ribuan pengunjung memadati menara setinggi 828 meter itu untuk menikmati- pemandangan Dubai. Ti-ket- seharga 100 dirham untuk orang dewasa pun tak menyurutkan minat para pe-ngunjung. Emaar tidak menjelaskan lebih lanjut kapan menara tersebut akan dibuka kembali.
Filipina
Pengadilan Pembantai Maguindanao
Pengadilan Filipina,- Selasa pekan lalu, mendakwa 196 orang sebagai pelaku pembantaian di Provinsi Maguindanao, November silam. Insiden yang menewaskan 57 orang itu telah menyeret mantan Gubernur Maguindanao yang juga merupakan sekutu dekat Presiden Gloria Macapagal-Arroyo, Andal Ampatuan Senior.
Sebelumnya, putra sang gubernur, Andal Ampatuan Jr., telah didakwa melakukan pembunuhan terhadap keluarga lawan politiknya dan sejumlah wartawan. Dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Filipina, jaksa Leo Dacera mengatakan mereka terbukti terlibat langsung dalam pembunuhan tersebut. "Mereka terbukti merencanakan pembunuhan; masing-masing memiliki peran berbeda," kata Dacera.
Ampatuan Junior bersama 100 pria bersenjata telah membunuh para korban untuk menjegal pesaingnya, Ismael Mangudadatu, mencalonkan diri menjadi Gubernur Maguindanao. Sayangnya, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai jumlah terdakwa yang berstatus tahanan polisi. Pemerintah menjerat para pelaku pembantaian dengan pasal-pasal hukum darurat militer di Maguindanao.
Sri Lanka
Sarath Fonseka Ditahan
Calon presiden yang kalah dalam pemilihan umum di Sri Lanka, Gardihewa Sarath Chandralal Fonseka, 59 tahun, ditahan aparat keamanan di Kolombo, Selasa pekan lalu waktu setempat. Pemerintah Presiden Mahinda Rajapakse menuding pahlawan perang melawan gerilyawan Macan Tamil itu telah melanggar peraturan militer dengan mengadakan diskusi dengan politikus saat masih menjabat panglima tertinggi di angkatan bersenjata. Fonseka juga dituduh telah menyiapkan makar untuk menumbangkan pemerintahan Rajapakse.
Fonseka sebelumnya berniat memperkarakan perolehan suara dalam pemilihan umum Presiden Sri Lanka beberapa waktu lalu. Penahanan Fonseka menuai berbagai reaksi. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Phi-lip Crowly, khawatir penahanan ini akan memicu perpecahan antarmasyarakat di Sri Lanka.
Hal senada disampaikan oleh juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nesirky Martin. Mewakili Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon, Martin mendesak pihak berwenang di Kolombo menjalankan proses hukum yang adil dan memberikan perlindungan serta jaminan keselamatan bagi Fonseka.
Filipina
Dulmatin Masih Hidup
Anggota kelompok militan Islam yang dituduh ber-ada di balik serangan Bom Bali 2002, Dulmatin, diduga masih hidup. Pejabat militer senior Filipina mengatakan warga negara Indonesia itu ternyata selamat dari bentrokan di Filipina Selatan 2008. Saat ini dia masih hidup dan bersembunyi di wilayah Filipina Selatan.
"Saya percaya informasi dari sumber-sumber bahwa Dulmatin masih di Sulu," kata Komandan Marinir- Filipina Mayor Jenderal Juancho Sabban, Selasa pekan lalu. Sulu merupakan rangkaian dari pulau-pulau yang ada di Filipina Selatan, sarang kelompok militan Islam.
Sabban mengatakan, selain Dulmatin, tokoh Jamaah Islamiyah lainnya, Umar Patek, juga diyakini bersembunyi di Pulau Sulu. Mereka dilindungi oleh Abu Sayyaf, kelompok ekstremis muslim yang dianggap merupakan jaringan Al-Qaidah.
Dulmatin dan Patek bersembunyi di hutan Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf sejak 2003. Para pejabat intelijen mengatakan pemerintah Amerika Serikat telah menawarkan hadiah US$ 10 juta bagi yang berhasil menangkap kedua anggota kelompok militan Jamaah Islamiyah itu.
Nigeria
Goodluck Jonathan Penjabat Presiden
Wakil Presiden Goodluck Jonathan ditunjuk sebagai pelaksana tugas Presiden Nigeria lantaran Presiden Umaru Yar Adua terbaring sakit. Keputusan itu diambil oleh Majelis Nasional Nigeria, Selasa pekan lalu. Nigeria mengalami kekosongan pemimpin selama berminggu-minggu sejak Adua sakit.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Jonathan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. "Saya menyadari sepenuhnya tanggung jawab yang diserahkan kepada saya. Saya berjanji kepada seluruh warga Nigeria akan melaksanakan amanat ini semampu saya," katanya.
Jonathan yang beragama Kristen akan memimpin Nigeria yang 60 persen warga-nya beragama Islam. Dia telah memberikan amnesti kepada milisi Delta Niger yang selama ini memberikan lo-yalitas dan ketaatan kepada kepemimpinan Adua.
Suryani Ika Sari (BBC, AP, AFP, Reuters, Aljazeera)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
