LAPANGAN tanpa Kaka, 28 tahun, bak sayur tanpa garam. Hambar rasanya. Buktinya sudah banyak. Milan tanpa dia mati kutu, juga Real Madrid. Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka adalah roh permainan di klub dan di tim nasional Brasil.
Nah, kekhawatiran tanpa Kaka bisa saja terjadi di Afrika Selatan kelak. Penyebabnya bukan cedera otot yang pernah membekapnya selama tujuh bulan, melainkan hernia alias turun berok yang menyergapnya sejak dia bermain di klub AC Milan.
Januari silam, tersiar kabar, hernia yang dideritanya tidak akan sembuh kecuali dioperasi. Namun itu bukan hal mudah. Apalagi Madrid sangat membutuhkan kehadirannya di lapangan dalam rangka perburuan gelar musim ini.
Yang jelas, Kaka sangat tersiksa dengan penyakitnya ini. "Ini bukan cedera biasa. Tidak hanya menghalangi dalam bermain bola, tapi membatasi seluruh kegiatan saya. Bangun dari ranjang saja, astaga, sakit sekali," katanya suatu ketika.
Kini gelandang serang ini harus hati-hati. Bila ingin fit di Afrika Selatan nanti, dia harus banyak istirahat. Tapi lagi-lagi ini yang sulit. Real Madrid, yang membelinya dari AC Milan dengan harga selangit, tentu saja membutuhkan perannya. Persaingan di La Liga butuh tenaga Kaka.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
