• Home
  • 08 Maret 2010
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Ekonomi dan Bisnis

  • Ekonomi IndonesiaTriwulan IV 2009
    Harga Naik, Bunga Tak Turun-turun


    Kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok telah menyusutkan kepercayaan konsumen kepada pemerintah. Survei Danareksa Research Institute pada triwulan IV 2009 menunjukkan kecenderungan itu. Sejak Lebaran tahun lalu, harga gula, beras, dan minyak goreng memang tak kunjung turun. Selain faktor tingginya harga di pasar internasional, pasokan dalam negeri yang cenderung seret menjadi penyebabnya. Dalam jangka pendek, persoalan ini mesti diselesaikan karena bisa mendorong inflasi. Akan sangat berbahaya bagi perekonomian jika inflasi kembali naik. Paling tidak, suku bunga perbankan yang kini masih tinggi akan makin sulit turun.
  • Purbaya Yudhi Sadewa
    Hati-hati dengan Suku Bunga


    Ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik pada 2009. Ada indikasi bahwa ekonomi kita saat ini sedang mengalami percepatan pertumbuhan. Walaupun demikian, masih ada masalah yang harus diwaspadai yang dapat mengganggu prospek pertumbuhan ekonomi kita ke depan.
  • Naik Harga di Lumbung Gula


    Kenaikan harga bahan pokok mendongkrak inflasi. Indeks kepercayaan konsumen pun tergerus. Pemerintah optimistis kondisi segera membaik.
  • Kian Tercecer Karena Bunga


    Suku bunga pinjaman Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN. Industri sulit bersaing dalam perdagangan bebas.
  • Ada Kellet di Balik Misbakhun


    Kasus L/C fiktif Selalang Prima terus berkembang. Dana kredit impor petrokimia malah digunakan untuk investasi. Ada temuan pencatutan dokumen impor untuk mengakali syarat pencairan kredit.
  • Janji Manis Arek Pasuruan


    Misbakhun obral janji. Hibah seratus persen gaji pokok hingga bedah rumah. Hadiah haji belum dia penuhi.
  • Aksi Korporasi
    Teliti Sebelum Setuju


    Rencana Matahari Putra melepas department store tertunda. Investor publik minoritas akan menjadi penentu.
  • Ekonomi Internasional
    Akhir Asuransi Vander Starr


    Untuk membayar dana talangan, AIG melego aset emasnya di Asia. Bisnis Prudential kian lebar.
  • Momen


cover

Fotografi

Keberuntungan dari Tempat Perlindungan

Album

PELANTIKAN
Kartawan

Catatan Pinggir

Percakapan

TEMPO|interaktif

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif