• Home
  • 26 Juli 2010
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
    • Sosok
  • Arsip
  • 26 Juli 2010

    Gerilya partai
    Ancangan di Ambang Batas

    PRIYO Budi Santoso punya tugas baru di Partai Golkar: mengerekambang batas suara peserta pemilihan umum. Penggemar dasi itu ditugasi partainya meloloskan usul tentang kenaikan ambang batas dari 2,5 persen menjadi 5 persen. "Kami akan memperjuangkannya di Senayan," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar itu, Jumat pekan lalu.

    Angka lima persen dipatok dalam rapat kerja nasional anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari partai itu, demi mengecilkan jumlah partai politik peserta pemilu. Ia mengatakan usul itu tidak menjamin partai besar otomatis lolos. Karena itu, ia menolak tudingan berniat menghanguskan jutaan suara pemilih yang tak terkonversi ke kursi Dewan, atau menghambat pembentukan partai baru.

    Menurut Bambang Soesatyo, wakil bendahara partai itu, Partai Bintang Reformasi, yang gagal mendapatkan kursi pada Pemilihan Umum 2009, akan bergabung ke Beringin. Awal Juli lalu, ketua umum kedua partai Aburizal Ba krie dan Bursah Zarnubi bertemu di Jakarta membahas soal ini. Bursah mengakui partainya ingin merapat ke Golkar. Dia tak yakin partainya lolos parliamentary threshold lima persen. "Kami tak mampu bertarung," katanya.

    Dengan batas 2,5 persen pada Pemilihan Umum 2009, hanya sembilan partai beroleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat: Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Hati Nurani Rakyat. Mereka otomatis menjadi peserta Pemilu 2014.

    Partai Gerindra menilai usul Golkar meningkatkan batas suara bakal memberangus aspirasi rakyat. Ahmad Muzani, sekretaris jenderal partai itu, mengatakan setuju penyederhanaan jumlah partai, tapi mengingatkan kemungkinan meningkatnya suara sah yang hangus dengan kenaikan ambang batas.

    Ia menunjuk adanya 18 juta suara yang tak terwakili di Dewan pada 2009. Jika dinaikkan menjadi lima persen, menurut hitung-hitungannya, akan ada minimal 30 juta suara sah tak terwakili. "Usul Golkar itu tak masuk akal," katanya.

    Untuk menghadapi kemungkinan kenaikan ambang batas, Partai Amanat Nasional mengeluarkan jurus kon fe derasi. Partai Matahari ini menggagas bergabungnya sejumlah partai mene ngah. "Batas lima persen hanya menguntungkan partai besar," kata Ketua PAN Bima Arya Sugiarta.

    PAN bahkan menyorongkan ide konfederasi ke partai besar. Menurut Bima, partainya telah berkomunikasi dengan Partai Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan. Dengan konfederasi, sejumlah partai bergabung tapi mempertahankan struktur masing-masing. Dalam pemilu, konfederasi di bawah satu payung. Di Dewan Perwakilan Rakyat, partai-partai ini berada dalam satu fraksi.

    Partai Keadilan Sejahtera menyata kan tak tertarik pada konfederasi. "Partai Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan juga tak akan tertarik," kata Agus Purnomo, Wakil Ketua Partai Keadilan Sejahtera. PDI Perjuang an malah belum membahas penyederhanaan partai. Menurut Arif Wibowo, anggota Dewan dari partai itu, Partai Banteng tak ingin partai kecil binasa. Tapi, jika usul tentang batas lima persen itu diterima, PDIP akan mendekati partai yang sewarna.

    Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan Pemilu 2014 idealnya hanya diikuti lima atau tujuh partai. Tapi ia mengakui adanya dilema antara penyederhanaan partai yang ketat dan kebebasan berserikat. Jika partai terlalu banyak, efektivitas pemerintah bisa bermasalah. "Perlu formula ramuan antara logika pasar dan logika pasal," katanya.

    Dwidjo U. Maksum, Muh Syaifullah, Munawarroh, Amirullah


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Mendaras Cat Diatas Air

Wayang Orang di Mana-mana

Catatan Pinggir

Anak

Album

Juara
IPB dan Universitas Brawijaya

Surat Dari Redaksi

Surat dari Redaksi

TEMPO|interaktif

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif