Pelarangan Buku di IndonesiA
Penulis: Iwan Awaluddin Yusuf, Wisnu Martha Adiputra, Masduki, Puji Rianto, Saifudin Zuhri
Penerbit: PR2Media, Friedrich Ebert Stiftung, 2010
Tebal: xxiv + 120
Melarang peredaran buku tidak hanya terjadi di era kolonial, Orde Lama, atau Orde Baru. Satu dekade setelah Reformasi, Kejaksaan Agung melarang sejumlah buku, seperti Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto karya John Roosa dan Enam Jalan Menuju Tuhan karya Darmawan.
Bagaimana pemerintah melarang buku dan dampaknya, inilah yang ditulis dalam buku berjudul Pelarangan Buku di Indonesia. Di dalamnya diulas mulai sejarah, bentuk pelarangan, sampai motif pelarangan. Sayangnya, meski informatif, buku ini ditulis dengan bentuk laporan penelitian yang kaku sehingga kurang nyaman dibaca.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
