Banyak petani yang tiba-tiba mencoba peruntungan dengan beralih profesi menjadi produser rekaman. Pemain organ tunggal, yang biasa melakukan pentas keliling di sejumlah tempat, menjual peralatannya demi membangun studio rekaman.
Tempo menyaksikan, bergairahnya industri rekaman daerah juga melahirkan superstar lokal. Album mereka meledak, penggemarnya ribuan sampai jutaan, dan mereka kebanjiran undangan dari pelbagai daerah-bahkan luar negeri.
Ironisnya, ketika industri rekaman lokal kian bergairah, Lokananta perusahaan rekaman tertua milik negara, yang sempat berjaya pada 1970-an hingga 1980-an-justru meredup. Perusahaan rekaman ini megap-megap dan terancam mati.
