• Home
  • 09 Mei 2011
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Buku
    • Digital
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Selingan

  • Gairah Rekaman Daerah, Geliat Superstar Desa


    Diam-diam industri rekaman lokal begitu bergairah di sejumlah daerah. Di Banyuwangi, misalnya, studio rekaman rumahan menjamur di desa-desa. Sementara tiga tahun lalu hanya 1-2 album yang dihasilkan dalam sebulan, kini bisa mencapai 15 album.

    Banyak petani yang tiba-tiba mencoba peruntungan dengan beralih profesi menjadi produser rekaman. Pemain organ tunggal, yang biasa melakukan pentas keliling di sejumlah tempat, menjual peralatannya demi membangun studio rekaman.

    Tempo menyaksikan, bergairahnya industri rekaman daerah juga melahirkan superstar lokal. Album mereka meledak, penggemarnya ribuan sampai jutaan, dan mereka kebanjiran undangan dari pelbagai daerah-bahkan luar negeri.

    Ironisnya, ketika industri rekaman lokal kian bergairah, Lokananta perusahaan rekaman tertua milik negara, yang sempat berjaya pada 1970-an hingga 1980-an-justru meredup. Perusahaan rekaman ini megap-megap dan terancam mati.

  • Superstar Lokal, Dari Rap Pariaman sampai Pop Using


    Bergairahnya industri rekaman daerah melahirkan superstar lokal. Penggemarnya jutaan, albumnya laris manis, kebanjiran undangan pentas hingga ke Malaysia.
  • Lokananta, Antara Hidup dan Mati


    Lokananta, perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia, yang punya koleksi lebih dari 40 ribu piringan, kini terancam gulung tikar.
cover

Album

PEMILIHAN
Anies Baswedan

Buku

Gita Berkisah di Kaki Merbabu

Seni Rupa

Imaji dari Lapisan Kenangan

Tari

Mengikuti El-Maut

Telah Sampai Generasi Ketiga

Catatan Pinggir

Hayy

TEMPO|interaktif

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif