• Home
  • 09 Mei 2011
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Buku
    • Digital
  • Selingan
    • Selingan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Mei 2011

    Telah Sampai Generasi Ketiga

    JADWAL pertunjukan masih satu jam lagi. Tapi Gedung Kesenian Jakarta, Ahad dua pekan lalu, sudah riuh oleh penonton. Kondisi serupa terjadi sehari sebelumnya. "Semua kursi penonton terisi penuh," tutur seorang penjaga loket. Pertunjukan tari Savitri, yang digelar dua hari berturut-turut, tepat pukul 20.00 WIB itu memang terbilang istimewa. Inilah kado istimewa hari jadi ke-35 Padnecwara, sanggar tari yang didirikan Theodora Retno Maruti dan sang suami, Arcadilus Sentot Sudiharto, pada 1976.

    Padnecwara, yang diambil dari bahasa Sanskerta "padni" dan "iswara" yang artinya "permaisuri raja", memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Retno Maruti. Bertahun-tahun perempuan kelahiran Solo, 8 Maret 1947, ini mengembangkan tradisi Jawa klasik yang terkesan kuno dengan kedalaman rasa yang pas dengan selera penonton modern. Patas sastra, karawitan, dan elemen-elemen kreatif lainnya memberi sentuhan khas pada setiap pementasan Padnecwara, yang menggunakan tembang sebagai pengganti dialog.

    Tak mengherankan bila Padnecwara memiliki komunitas penonton fanatik. Hampir semua pergelarannya dijubeli penonton. Damarwulan, Roro Mendut, Abimanyu Gugur, Alap-alapan Sukesi,dan Calonarang. Savitri bukan karya baru. Komposisi tari ini pernah dipentaskan di Teater Arena (sekarang Teater Jakarta) pada 1978. Bedanya, sementara pada 1978 Retno Maruti menggandeng sembilan penari perempuan atau disebut bedayan dengan gaya Surakarta, kini ia mengajak serta 18 penari dengan komposisi sembilan penari perempuan dengan gaya Surakarta dan sembilan penari laki-laki dengan gaya Yogyakarta.

    Retno Maruti mengatakan selalu mencoba menawarkan sebuah perenungan dalam setiap pertunjukannya, tak sekadar menitikberatkan pada sisi artistik, yang bersifat menghibur. "Tapi juga mampu menjadi bahan refleksi dalam menjalani kehidupan saat ini, agar tidak terjebak pada hal-hal yang kasatmata," katanya.

    Kini Padnecwara telah sampai pada generasi ketiga. Menul Sularto, Yuni Trisapto, Wati Gularso, dan Nungki Kusumastuti adalah beberapa penari yang terkenal pada masa awal berdirinya sanggar ini. Kini tak kurang dari 70 penari anggota Padnecwara dari generasi ketiga. Kita pun mengenal Melani Anastasia, Hayuningsih Condro Dewanti, serta putri tunggal Retno Maruti, yakni Rury Nostalgia, yang kini penata tari andal.

    Nunuy Nurhayati


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Album

PEMILIHAN
Anies Baswedan

Buku

Gita Berkisah di Kaki Merbabu

Seni Rupa

Imaji dari Lapisan Kenangan

Tari

Mengikuti El-Maut

Telah Sampai Generasi Ketiga

Catatan Pinggir

Hayy

TEMPO|interaktif

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif