Dari jarak setengah meter pun karpet yang digantung di dinding itu masih tampak sebagai karpet betulan. Karpet itu menampilkan pola-pola geometris Indo-Iran. Kita seperti menyaksikan karpet kelas atas yang dijual di toko permadani di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Namun, begitu dekat-sampai beberapa inci-kita sadar bahwa karpet itu terbuat bukan dari rajutan benang, melainkan dari kolase ribuan foto kecil. Foto-foto orang membantai di pejagalan. Darah, daging, pisau....
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

