SELAT Madura, 1971.
Langit biru yang bersih itu mendadak hitam. Sebuah pesawat terbang kecil meledak dan merusak hamparan biru itu. Beberapa penumpang, termasuk Dwiyana, mahasiswa Ilmu Purbakala Universitas Brawijaya, melayang jatuh dan tak ditemukan tubuhnya. Tak ada yang tahu bahwa ledakan itu akibat sebuah helm yang ternyata berfungsi seperti mesin waktu.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
